VII. THE COMMON PROBLEMS IN LEARNING ENGLISH

Based on the fact / research at any school which has been being done by students / teachers / lecturers at their own schools, either at Junior High School, Senior High School / Vocational School, or University, the students / collegians who have minimum English mark 7, either at the State Schools or the Private ones in Indonesia, has shown as follows:

  1. Most of them cannot produce spoken English well.
  2. They have not good competence in listening skill.
  3. Most of them don’t enjoy English.
  4. They pursue the grade and graduate only.

Based on the research above, it shows that students who have minimum mark of English 7 means that they haven’t got good competence in applying English. English is not enjoyed by most of students, and most of them just pursue the marks for the class promotion requirement or for the passing graduate.

It is known that the language is a communicative means amongst people, especially English is an international one, so it is very important for learners to have good level of English mastery. By mastering it, it can support their success in the Era of Globalization, Information Technology and World Free Market.

Now it’s time for educational institutions to begin thinking to raise the quality of their graduates so that they are going to be ready to live in the changeable life in this world. The fact shows that the jobs offered oftentimes need English skill as one of the requirements or qualifications that have to be possessed by the job seekers, other than the mastery of Information Technology and Computer. If the two points aren’t owned or mastered well, they will fall behind in the competition of life.

Masalah Umum Dalam Belajar Bahasa Inggris

Berdasarkan pada fakta / penelitian yang ada di berbagai sekolah yang telah dilakukan oleh peserta didik / guru / dosen di sekolah mereka sendiri, baik di tingkat SMP, SMA / SMK, atau Universitas, Siswa / Mahasiswa yang memiliki nilai bahasa Inggris minimal 7, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta di Indonesia, telah menunjukkan sebagai berikut:

  1. Mayoritas mereka tidak dapat menggunakan bahasa Inggris praktek dengan baik.
  2. Mereka tidak memiliki kemampuan yang baik dalam kecakapan listening.
  3. Mayoritas mereka tidak menyukai bahasa Inggris.
  4. Mereka hanya mengejar nilai dan kelulusan saja

Berdasarkan pada penelitian diatas, terlihat bahwa murid yang memiliki nilai bahasa Inggris minimal 7 menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai kemampuan yang baik dalam menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak disukai oleh kebanyakan siswa, dan kebanyakan siswa hanya mengejar nilai untuk persyaratan kenaikan kelas atau untuk kelulusan

Sebagaimana diketahui bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi antar umat manusia, khususnya bahasa Inggris adalah suatu bahasa internasional, maka sangat penting bagi peserta didik untuk memiliki tingkat penguasaan berbahasa Inggris yang baik. Dengan menguasainya, itu dapat menunjang keberhasilannya di Era Globalisasi, Teknologi Informasi dan Pasar Bebas Dunia. 

Sekarang saatnya bagi lembaga pendidikan mulai berpikir untuk meningkatkan kualitas para lulusannya agar mereka akan siap untuk hidup dalam kehidupan yang terus berubah di dunia ini. Kenyataan menunjukkan bahwa pekerjaan yang ditawarkan seringkali memerlukan keterampilan bahasa Inggris sebagai salah satu persyaratan atau kualifikasi yang harus dimiliki oleh para pencari kerja, selain penguasaan Teknologi Informasi dan Komputer. Bila dua hal tersebut tidak dimiliki atau dikuasai dengan baik, mereka akan ketinggalan dalam persaingan didalam kehidupan.